(Sebuah catatan tentang diri-sendiri yang “mungkin” terlalu subjektif)
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaykum wa rahmatullah wa babarakatuh,
Nama lengkap saya adalah Iskhaq Iskandar. Ada yang unik dari nama depan saya. Semula Bapak saya hanya menulisnya dengan huruf “Ishaq” tanpa “k”. Tetapi, sewaktu saya menempuh pendidikan dasar di sebuah madrasah di desa saya, salah seorang guru yang menjadi wali kelas saya waktu itu merubahnya menjadi seperti sekarang. Menurut beliau, nama saya yang berasal dari bahasa Arab jika dituliskan dalam bahasa latin, maka ejaan yang benar adalah menggunakan “kh”. Jadilah nama saya seperti itu hingga sekarang. Saya bersyukur, karena dengan nama yang unik itu, saya tidak pernah ditolak ketika membuat account email.
Saya dilahirkan di sebuah desa kecil di Belitang, Ogan Komering Ulu pada bulan Oktober 1972. Kini, kabupaten itu telah dipecah menjadi tiga kabupaten, dan desa kelahiran saya, JELABAT – BK 9, masuk kedalam wilayah Ogan Komering Ulu Timur. Kedua orang tua saya adalah anggota korps “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” alias Guru.
Saya menghabiskan masa kanak-kanak di desa kelahiran, sebelum hijrah ke Sidorahayu mengikuti Bapak dan Ibu yang berpindah tugas. Di desa ini saya menamatkan pendidikan dasar di Madrasah (MII) pada tahun 1985. Jenjang pendidikan menengah saya tempuh di ibu kota kecamatan Belitang yang jaraknya lebih kurang 10 km dari desa saya. Menyelesaikan jenjang pendidikan menengah pertama di SMP Negeri I Belitang pada tahun 1988, dan menyelesaikan jenjang menengah atas di SMA Negeri I Belitang jurusan Fisika pada tahun 1991. Memang benar kata orang, masa SMA adalah masa-masa yang penuh dengan kenangan. Banyak hal yang saya lalui selama 3 tahun menempuh pendidikan SMA di kota Gumawang. Banyak kegiatan-kegiatan positif yang saya ikuti selama SMA, mulai dari OSIS, Pramuka, Pecinta Alam, Band Sekolah, Paskibraka, hingga Kirab Remaja Nasional. Namun, tak dapat saya pungkiri bahwa saya juga pernah bersinggungan dengan aktivitas kenakalan remaja pada masa itu.
Setamat SMA, saya hijrah ke ibu kota propinsi, Palembang, dan meneruskan pendidikan di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Sriwijaya (http://www.unsri.ac.id). Kalau saya ingat-ingat, perjuangan di awal-awal masa kuliah cukup unik dan penuh liku-liku. Saya ingat pesan Bapak sebelum saya berangkat ke Palembang; anak laki-laki itu harus bisa mandiri setelah dia keluar dari pintu rumah. Bapak dan Ibu saya memang mengkondisikan saya dan kakak laki-laki saya untuk bisa mandiri. Dengan “kiriman ransum” yang pas-pasan, kita dituntut untuk berpikir dan berusaha agar dapat bertahan dan terus melangkah maju. Akhirnya, dengan bermodal tekad dan pesan Bapak inilah saya bisa melalui masa-masa sulit saya selama kuliah. Ternyata, perjuangan ini belum berakhir. Setelah kondisi yang agak sedikit “layak“, kini giliran perasaan galau dan keraguan akan masa depan setelah lulus menghampiri. Ada sebuah pelesetan sewaktu kuliah dulu; FMIPA = Fakultas MIskin dan PApa. Dan karena rumor ini, sempat terbesit keinginan untuk pindah ke fakultas teknik dengan harapan agar dapat segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun ternyata takdir berkata lain. Meskipun dengan semangat yang pasang-surut, akhirnya selesai juga pendidikan Sarjana saya di Jurusan Fisika Fakultas MIPA dan berhak menyandang gelar Sarjana Sains pada bulan Januari 1996.
Sama halnya dengan masa SMA, selama kuliah saya juga terlibat cukup aktif di kegiatan Himpunan dan Senat. Tak ketinggalan tentunya keikutsertaan dalam kelompok pecinta alam FMIPA, Universitas Sriwijaya (Mapala SABAK). Ada satu impian yang unik, kalau tidak ingin dikatakan lucu, semasa kuliah. Saya memimpikan setelah tamat ingin bekerja di ruang ber-AC, pakai dasi, pokoknya yang necis dan parlente. Lucu juga, tapi itulah impian sederhana waktu dulu dan memang sempat tercapai. Setamat S1, saya bekerja di salah satu bank swasta nasional. Tapi ternyata, apa yang saya impikan tidak sesuai dengan jiwa saya. Mungkin karena pengaruh kegiatan pecinta alam sehingga saya selalu memiliki keinginan untuk berpetualang, mencoba hal-hal yang baru. Dan dahaga ini tidak bisa terpenuhi selama saya bekerja di bank.
Tahun 1997 saya memutuskan untuk keluar dari bank dan melamar menjadi dosen. Saya ingat sewaktu wawancara dengan penguji, beliau menanyakan apa motivasi saya melamar jadi PNS/Dosen. PNS itu gajinya kecil, bahkan sangat kecil dibandingkan dengan karyawan swasta. Dengan penuh keyakinan saya jawab bahwa saya ingin sekolah lagi hingga S3 untuk menambah ilmu. Mungkin karena jawaban inilah saya akhirnya diterima sebagai salah seorang dosen di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Sriwijaya, Palembang.
Memasuki tahun 1998, banyak perubahan saya alami dalam hidup saya. Di awal 1998, saya resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pertengahan tahun 1998, tepatnya 4 Juli 1998, saya resmi mempersunting seorang putri Plaju, mantan teman seangkatan di Jurusan Fisika. Nama lengkapnya adalah Silviawati Syarief, yang hingga sekarang Alhamdulillah tetap setia mendampingi perjoeangan saya. Dari pernikahan ini, Alhamdulillah kami telah dianugerahi seorang putri cantik yang kami beri nama Nadiah Khairunnisa Iskandar dan seorang jagoan yang kami namai Farid Asyam Iskandar.
Pada tahun 2002, saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan saya di Department of Earth and Planetary Science, The University of Tokyo, Japan. Tahun 2004 saya menamatkan Master dan Alhamdulillah pada bulan September 2007 saya berhasil meraih gelar Doctor of Science di jurusan dan universitas yang sama dalam bidang Physical Oceanography. Setelah berhasil menggondol Doktor, saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan penelitian saya melalui program Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) Postdoctoral Fellowship. Insya Allah, sampai akhir September 2009 nanti saya akan berada di Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC).
Itulah sekelumit tentang saya. Seorang hamba Allah yang dhaif, yang masih ingin terus belajar dan memperbaiki diri. Mohon maaf jika ada yang nampak kurang elok dibaca.
Akhirnya, melalui blog ini saya ingin menuangkan ide dan pikiran saya terutama dalam bidang kelautan dan atmosfer, atau tepatnya interaksi laut dan atmosfer. Bidang yang saya tekuni hingga sekarang. Tidak menutup kemungkinan tentunya saya juga akan mencoba memberikan tanggapan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Untuk berkomunikasi, saya biasa menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris. Saya sedikit bisa bertutur kata dalam bahasa Jepang. Saya ucapkan terima kasih atas segala kritik, saran dan tanggapan dari rekan-rekan.
Wassalamu’alaykum wa rahmatullah wa babarakatuh,
Tokyo, 16 November 2007 -Iskhaq Iskandar

Assalamu”alaikum Wr Wb
Salam kenal bang saya juga dari Palembang dan juga alumni Unsri FE angkatan 1994 tapi sekarang tinggal di Pangkalpinang
Gimana enak nggak tinggal di Jepang en kapan pulang ke Palembang?
Selamat belajar en bertugas di sana
Salam kenal kembali Bung Ardy.
Senang bisa berkenalan dengan anda.
Ttg tinggal di Jepang, Alhamdulillah cukup betah, walaupun terkadang sangat merindukan kampoeng halaman.
Insya Allah, akhir September 2009 saya akan kembali lagi ke Unsri dan mulai aktif lagi insya Allah Oktober 2009.
Thanks atas comment-nya.
Bang Iskhaq, mohon dipikir baik-baik sebelum memutuskan pulang ke Palembang. Di sini hidup serba susah Bang. Nggak seperti di Jepang yang serba mudah. Belum lagi mikir pendidikan anak-anak. Saran saya, lupakan Palembang, lupakan Indonesia. Doktor Abang nggak laku di sini. Abang akan tetap bergaji kecil.
Assalaamu’alaikum mang Iskhaq,
Apo kabar? Kamek pengen nak apply JSPS, cak mano caronyo?
Tadi barusan dpt e-mail dari seorang prof. di TITECH, beliau minta kamek buat proposal sendiri.
Ditunggu sarannya.
Wassalam.
@Wa’alaykumsalam wr wb
Pak Rudi, menurut saya sebaiknya ikuti saja anjuran professor itu. Buat proposal ttg rencana penelitian kita plus target-target yg akan dicapai dalam kurun waktu 2 tahun masa fellowship. semoga berhasil..
wassalam
assalamualaikum wr wb
pakabar pak iskhaq?, senang jumpa lg walau cuma baca blognya. Gimana skarang, ini wati anak fis’96, pernah jadi mahasiswinya. salam to dosen fisika semuanya.
@wa’alaykusalam wr wb
Alhamdulillah, berkat doa Anda, saya sekeluarga dalam keadaan sehat walafiat.
Bagaimana khabar anda sekarang? Semoga kesuksesan menyertai langkah Anda.
wassalam, ii
assalamu’alaikum wr wb.
Saya alumni fisika ‘96. Bpk dulu pernah angar PIK (Pengantar Ilmu Komputer) di kelas. Semoga ilmu yang bpk ajarkan menjadi amal sholeh yang selalu mengalir. amiin. Kami sangat bangga, atas semangat dan kegigihan bpk. semoga menjadi mitivator utk kami. dan… memang dibalik kelemahan kita manusia dan kekuatan dahsyat Penguasa jagat Raya “Allah swt”. Sehingga semakin tinggi ilmu yang diperoleh. akan semakin khusyuk merenungi kebesaran Rabbul ‘Alamin.
Oya pak kami ada web site utk dikunjungi “raudhatul-ulum.com”
@wa’alaykumsalam wr wb
Terima kasih atas kunjungan Anda ke blog saya. Maaf masih belum banyak yg dapat saya tulis. Insya Allah dalam waktu dekat agan segera saya perbaharui isi blog saya sesuai dgn tujuan dibuatnya blog tersebut.
Saya senang mendengar khabar Anda dan saya telah mengunjungi web site yg Anda maksud. Semoga perjuangan Anda dan rekans mendapat ridho dari YMK. Amiin..
Tetap semangat…!!!
Assalamualaikum, Wr, Wb
Saya Al Husni Fisika 96
Saya sangat terharu membaca pengalaman hidup Bapak, mungkin Bpk masih ingat pada saat membimbing saya waktu kerja praktek di Pertamina Di UP III Plaju, saya sangat bangga dengan Bapak semoga lebih sukses dan sabar jika kembali ke Palembang dan menjadi dosen. Skarang saya PNS di Pemko Batam dan ditugaskan menjadi guru di Batam, saat saya pulang sangat sedih melihat kampus yang kotor tidak terawat, seperti gedung di hutan yang ditinggalkan dan dosennya juga tidak semangat dengan mahasiswa memakai sendal jepit seperti mau ke kamar mandi.
Assalamulaikum, Wr.Wb. Semoga sukses.
@Sdr. Husni
Wa’alaykumsalam wr wb
terima kasih atas doanya. saya juga mendoakan semoga anda sukses dan sehat selalu.
keep in touch..
wassalam
Sebenarnya aku rindu pengen ketemu Bapak dan berbagi pengalaman, mudah-mudahan nanti kita ada reuni di kampus.
Assalamualaikum,
Saya bangga dengan kk tingkat saya ini.
Tapi saya sudah lama sekali tdk pernah dengar kbr beritanya, alhamdulilah telah berhasil mencapai pendidikan tinggi di negri orang.
Apa kabar keluarga apa semuanya di sana.
wassalam
erdiansyah
fisika – 94
@Erdiansyah-san,
Wa’alaykumsalam wr wb
Apa khabar juga dengan Anda sekarang? Posisinya ada dimana sekarang?
Semoga sukses dan tetap semangat ya…
Salam juga untuk rekans Anda angkatan 94 (Mr. Handono…dimana ya?)
Wassalam,
ii
Assalamualaikum,
Apo kbr pak? sng bs ketemu blog dosen fisika unsri, trus kasih ilmu nyo pak..
wassalam.
fisika’03
wa’alaykusalam wr wb
Alhamdulillah, khabar saya dan keluarga baik dan sehat.
Iya, ini blog belum sempat-sempat mau ngisimya dgn materi kuliah oseanografi.
Do’akan agar saya bisa mewujudkannya segera. Amiin..
Wassalam
Assalammualaikum Pak,
Salam kenal, saya Novi, org palembang yg terdampar d pelosok lampung.
Senangnya bsa baca blog bpak iskhaq, salah satu org palembang yg sukses d negeri orang.
I wish I could go abroad someday ^_^
Smoga bsa segera pulang k palembang utk kembali mencerdaskan anak bangsa Pak.
–Novi–
@Wa’alaykumsalam wr wb
Salam kenal kembali Novi-san.
Semoga Anda juga sukses selalu..
Assalamu’alaikum wr.wb. Apa kabar om? Semoga sehat wal afiat dan selalu di lindungi ALLAH di negara japan. Sukses selalu. Salam untuk keluarga.
Ass.. Wr.. Wb. Apa kabar om? Selamat belajar di jepang semoga sukses dan ALLAH selalu melindungi. Salam tuk keluarga. Wassalam.
@Wa’alaykumsalam wr wb
Ini Om Sepri Fisika 91 ya… Kalau benar, kemarin saya baru cerita dengan istri ttg Sepri. Sekarang di Lampung Barat ya…? Sukses selalu dan kip in tac…
Wassalam
Ass.. Wr.. Wb. Iya om. Sekarang tinggal di liwa lampung barat. Alhamdulillah sama 1 istri & 2 gadis cilik dalam keadaan sehat.. Salam utk keluarga besar mipa fisika semoga komunitas kita tetap terjalin and sukses selalu. Wassalam.
sukses selalu pak, tolong berbagi ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan masyarakat di kampung halaman BK VI Sidorahayu
salam buat bung Iskhaq, saya adalah Johnson sinaga sahabat dekat M.Ervan Marzuki abangmu! Saya tinggal di Jakarta dan senang membaca blog ini, semoga sukses di negari orang, God Bless,
Johnson, Pondok Labu Jkt.
@Bang Jhonson,
Salam kembali dan terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Senang bertemu kembali dgn Bang Jhonson (dulu dari Unsri juga kan?).
Mudah-mudahan bisa bertemu darat nantinya..
Ass. Wr. Wb.
Pa’ kabar pak? Saya bangga punya dosen seperti anda, cerita perjalanan kesuksesan anda memotivasi saya. Gimana perkembangan TIM Sepak bola kita? Saya pengen nonton bareng lagi!Salam buat Dosen-dosen fisika yang lain y pak,kapan fisika ngadain reuni lagi?
ass…wr.wb. salam kenal pak, saya salah satu mahasiswa akademi meteorologi&geofisika (AMG) di bawah BMG,…,.,saya seneng baca blog milik bapak cause’ banyak materi blog yang mrupakan bidang yang masih saya plajari di AMG..hebat bapak bisa kerja di Jamstek(japan).,,.kalau perlu, disana bapak nyoba nemui teori2 ato metode2 yang berkaitan ma atmosfer ato meteorologi cause’ kata dosen saya metode2 yg digunakan oleh meteorologist2 di negara2 lintang rendah msih pake metode yg dgunakan pada lintang2 menengah dan tinggi yang kurang co2k jika diaplikasikan di negara2 lintang rendah….oh ya.,.klo bisa tulisan tentang interaksi laut-udara dibanyakin cause’ mungkin bisa ngebantu saya tuk nyari referensi tuk TA saya tentang Dipole mode n Elnino…
@sdr ariel
thanks atas kunjungannya ke blog ini.
nanti akan saya coba isi dgn beberapa tulisan ttg interaksi laut dan atm di tropis
sukses selalu…
pak,,.,.biasanya apa yang terjadi dgn kondisi cuaca indonesia bila fenomena dipole mode negatif muncul bersamaan dengan el nino,..,.,.,
@bung ariel ysh,
yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah kapan puncak terjadinya IOD dan El Nino. puncak IOD akan terjadi pada bulan September-Oktober-November, sementara El Nino akan mengalami puncaknya pada akhir tahun: December-January-February.
sejauh ini, penelitian ttg dipole mode negatif belum banyak. mengapa? karena kondisi oseanografi pada saat terjadinya dipole mode negatif menyerupai kondisi netral di Samudera Hindia, dimana akan terjadi akumulasi massa air yang relatif lebih hangat di bagian timur ekuator Samudera Hindia. akibatnya, proses konveksi akan semakin banyak dibagian timur.
pertanyaan anda tentang co-incident negaitf IOD dan El Nino sangat menarik. namun demikian, seperti yg saya sampaikan di atas, negatif IOD hampir sama dengan neutral condition di samudera hindia. jadi, apabila negatif IOD terjadi bersamaan dengan El Nino, maka yg akan sangat kita rasakan dampaknya adalah El Nino.
semoga menjawab pertanyaan anda.
salam hangat,
Mas Iskaq..
Kemana aza sih , ane udah comment blog mas iskak yang di Unsri, gak dibales2 gak sempet buka ya ?
Aq sekarang di Riau
Kapan baelk ke Sidorahayu ??