Tentang “Bismillah…” dan “Al Fatikhah”

9 01 2011

Disadur dari tulisan Bapak “Abu Muhammad Naufal Zaki

Mudah-mudahan bermanfaat…

——–oOo———

Salah satu ikhtilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama adalah mengenai : “Apakah Bismillah merupakan ayat dari al fatihah ataukah bukan.

Ikhtilaf dalam hal ini suatu yang diperbolehkan dan ilmiyyah. Keduanya memiliki landasan masing-masing dengan dalil-dalil. Dan beginilah seharusnya adab dalam berbeda pendapat yakni saling mengajukan argumen.

Marilah kita amati kedua pendapat ini dan kemudian kita tarik kesimpulan manakah yang lebih kuat argumennya. Dan dalam hal ini, saya (Abu Muhammad Naufal Z) tidak mengajak untuk bersikap netral, namun akan memilih mana yang menurut ana lebih kuat berdasarkan dalil-dalil… Dan semoga ini bermanfaat bagi kita semua..

Ustadz Abdul Hakim pernah menjelaskan : bahwa bagi thullab/pelajar : dia wajib mempelajari dan memeriksanya dan kemudian menyimpulkannya dg ilmunya, mana pendapat yg lebih kuat. Tidak boleh baginya bersikap netral yg menunjukkan sebenarnya dia tidak punya pendapat. Kecuali dia taqlid terhadap ahli ilmu (Mujtahid) krn dia tidak bisa menentukan sendiri dan ini adalah taklid yg benar krn dia mengetahui ilmunya dan disebut pula ittiba.. adapun taqlid buta (ikut tanpa reserve atau tanpa tahu dalil maka inilah yg tercela).

(1) Pendapat pertama : Bismillah bagian dari al Fatihah
Madzhab ini berpendapat berdasarkan hadits yg umum dari Nabi dalam riwayat yg panjang ketika Nabi menjelaskan keutamaan al fatihah bhw Alloh tidak menurunkan surat yg setara dgnya baik itu di Taurat, Injil dan Zabur maupun al-Furqon. Ia merupakan 7 ayat yg diucapkan berulang-ulang..(Riwayat Imam Ahmad)

Dan Rosul bersabda, “Sesungguhnya Fatihah itu sebagai 7 ayat yang dibaca berulang-ulang dan sebagai al Qur’an yg mulia yang diberikan kepadaku.” (HR Tirmidzi).
(2) Pendapat Kedua : Bukan merupakan bagian dari ayat al Fatihah.

Ppendapat ini yang dipegang oleh Para Imam, termasuk Amirul Mukminin Fi Tafsir : Al Imam AL Hafidz Ibnu Katsir rohimahulloh ta’ala…

Dari beberapa risalah yg ana baca dari beberapa ulama (syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin Baz, Syaikh Albani) dan dijelaskan di majalah as-sunnah edisi 04 tahun x/1427 h/2006H….. bahwa : “bahwa, ayat Basmallah di awal setiap surat merupakan ayat al qur’an… namun bukan merupakan bagian dari surat itu… jadi Al Fatihah, dimulai dari : Alhamdulillah… dan ayat ke enamnya = Shirothol ladzina an’amta’alaihim… dan ayat ke tujuh = ghairil maghdhubi ‘alaihim waladholin……. “

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bhw pendapat yg shohih (yang kuat dan tegas) bahwa Bismillah merupakan pemisah antar surat, sebagaimana yang dikatakan Imam Mufassir dan Mufassirnya Para Sahabat ridwanullohi ajmain : Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, “Bahwa Rosululloh saw tidak mengetahui pemisah surat sehingga diturunkannya ayat : Bismillahirrohmanirrohim….

Imam Ibnu Katsir menjelaskan pula : Bagi yg berpandangan Bismillahirrohmanirrohim merupakan ayat al fatihah maka wajib baginya menjaharkan (mengeraskan) bacaan ini dalam Sholatnya, adapun yg berpendapat bukan maka dia membaca dengan sir (pelan atau tidak terdengar kecuali oleh dirinya dan orang yg paling dekat dengannya). Dan 2 pendapat ini dianut oleh para sahabat rodhiyallohu ‘ahu ajmain sesuai pandangan mereka masing-masing.

Adapun Madzhab Kholifah yang 4 (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) mengsirkan bacaannya (yakni menganggap Bismillah bukan ayat dari al fatihah), dan ini madzhab dari Abu Hanifah, Imam Ats-Tsauri dan Ibnu Hambal..

Kemudian dalil hadits yang memperkuat pendapat yg menyatakan bhw Bismillahirrohmanirrohim bukan merupakan ayat dari Al Fatihah salah satunya adalah :

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi saw, Abu Bakar dan Umar (dan Utsman) mereka semua membuka sholat dengan : Alhamdulillah… (HR Bukhari 743, Muslim 399 dan tambahan dan Utsman dari HR Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik dia berkata, “Aku sholat bersama Rasululloh saw dan bersama Abu Bakar, Umar, Utsman. Aku tidak mendengar seorangpun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim..” (HR Muslim 399)

Dan ini diperjelas dan diperkuat dengan Hadits Qudsi Alloh Yang bertambah-tambah berkah-Nya dan KetinggianNya berfirman, “Sholat (al fatihah) itu dibagi antara Aku dengan hambaKu menjadi separuh-separuh. Separuh untukKu dan separuh lainnya untuk amba-Ku Dan hambaKu mendapatkan apa yang dia mohonkan.

RASULULLOH BERSABDA, “BACALAH”. HAMBA BERKATA, “SEGALA PUJI BAGI ALLOH RABB SEKALIAN ALAM” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMUJIKU.” HAMBA BERKATA, “YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMUJAKU.” HAMBA BERKATA, “YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN.” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMULIAKAN AKU.” HAMBA BERKATA, “HANYA KEPADAMULAH KAMI BERIBADAH DAN HANYA KEPADAMULAH KAMI MEMINTA PERTOLONGAN.” ALLOH BERFIRMAN, “INI ADALAH ANTARA AKU DAN HAMBAKU, DAN BAGI HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONKANNYA.” HAMBA BERKATA, “TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS ( AYAT 5, penj) (YAITU) JALAN ORANG-ORANG YANG TELAH ENGKAU ANUGERAHI NIKMAT KEPADA MEREKA ( AYAT 6, penj ). BUKAN JALAN MEREKA YANG DIMURKAI DAN BUKAN (PULA JALAN) MEREKA YANG SESAT ( AYAT 7, penj ). ALLOH BERFIRMAN, “SEMUA ITU ADALAH BAGI HAMBAKU DAN BAGI HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONKANNYA.”
(HR MUSLIM, ABU UWANAH, DAN MALIK)….

INILAH PENDAPAT JUMHUR ULAMA… dan bisa di baca di Tafsir Juz Amma karya Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin hal.10-11……. ttg apakah Basmallah termasuk surat Al Fatihah.

Inilah salah satu ikhtilaf yg diperboleh dan berlandaskan ilmu dan bukan akal-akalan. Dan penulis sendiri mengikuti madzhab yang kedua ini. Wallohu ‘alam…

—-oOo—

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.