Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan informasi tentang adanya ancaman musim kemarau panjang tahun ini karena pengaruh El Niño. El Niño terjadi karena pemanasan suhu permukaan laut di ekuator Samudera Pasifik. Istilah El Niño yang diambil dari bahasa Spanyol (berarti “anak laki-laki”) pada mulanya digunakan oleh para nelayan di pantai barat Amerika Latin untuk menamakan kedatangan arus laut yang relatif hangat di sepanjang pantai Peru. Kebalikan dari El Niño adalah La Niña atau El Viejo yang berarti “gadis kecil”.
El Niño dan La Niña merupakan kondisi abnormal iklim yang berasal dari daerah tropis Samudera Pasifik. Meskipun skala kejadiannya berifat lokal, akan tetapi efek anomali iklim ini dapat menjalar ke seluruh belahan bumi melalui telekoneksi gelombang di atmosfer. Periode kejadian El Niño dan La Niña berkisar antara 2 hingga 7 tahun dan kejadiaanya bersamaan dengan fluktuasi tekanan udara dan pola angin di Selatan Pasifik. Oleh karenanya, fenomena ini sering disebut sebagai El Niño-Southern Oscillation (ENSO).