Hiroshima dan “The first atomic bomb”

29 09 2008

Ketika kita mendengar kata HIROSHIMA, maka dengan seketika kita akan teringat dengan bom atom yang menandai berakhirnya Perang Dunia ke-2. Kota Hiroshima merupakan kota pertama di dunia yang merasakan betapa dahsyatnya efek dari bom atom. Kedahsyatan yang bahkan tidak diduga sebelumnya oleh para pembuatnya. Kedahsyatan yang telah meluluhlantakkan kota yang begitu indah hanya dalam hitungan detik, tetapi meninggalkan kenangan yang begitu pahit hingga detik ini.

 

 

Beberapa hari yang lalu, tepatnya dari tanggal 24 – 27 September 2008, saya berada di kota Hiroshima untuk mengikuti konferensi persatuan oseanographer Jepang. Di hari terakhir, saya berkesempatan mengunjungi museum bom ataom Hiroshima. 5 tahun yang lalu, September 2003, saya juga sempat mengunjungi museum bom atom di kota Nagasaki tempat dijatuhkannya bom atom ke-2 yang diledakkan pada tanggal 9 Agustus 1945.

 

 

Ada perasaan sedih yang sangat mendalam ketika mengunjungi kedua museum ini. Rasa sedih yang menyayat-nyayat hati ketika melihat secara langsung puing-puing kehancuran yang diakibatkan oleh keganasan bom atom. Jika di dalam buku-buku sejarah kita hanya dapat melihat foto kepulan asap yang diakibatkan oleh ledakan bom atom ini, maka di museum ini kita bias melihat foto-foto dan menyaksikan video yang menggambarkan korban-korban yang bergelimpangan di sana-sini. Setelah menyaksikannya sendiri, saya sangat setuju dengan satu pendapat yang menyatakan bahwa penggunaan senjata bom atom atau bom nuklir merupakan tindakan kejahatan yang sangat biadab.

 

Bom atom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 pukul 08:15 pagi. Bom ini dibawa oleh pesawat B29 yang diberangkatkan dari pangkalan militer Amerika di Guam. Bom meledak pada ketinggian 600 meter dari permukaan yang mengakibatkan bola api yang sangat dahsyat dengan temperature di permukaan mencapai 3000°C lebih. Dalam hitungan beberapa detik, seluruh kota Hiroshima hancur menjadi debu. Korban-korban berjatuhan, bukan hanya karena ledakan bom tetapi juga karena radiasi panas dan radioaktif yang diakibatkan oleh ledakan bom ini. Lebih dari 350,000 jiwa melayang dalam tragedy ini. Dan tercatat, korban yang jatuh umumnya adalah masyarakat sipil Jepang, orang-orang Korea dan China yang dipekerjakan di beberapa industri senjata Jepang di kota Hiroshima.

 

Kini, kita hanya dapat mengenang tragedy ini sebagai satu catatan penting dalam perjalan umat manusia di dunia ini. Catatan yang seharusnya menjadikan kita untuk tidak mengulang lagi tragedy yang sama di masa-masa yang akan datang.

 

 

Hiroshima, September 2008

Iskhaq Iskandar


Actions

Information

Leave a comment